|

|
K
|
amis, 8 januari 2015 para masyarakat berbondong-bondong hadir dalam sebuah
ritual Islami di PonPes Manba’ul Ulum. Hati masyarakat bergerak berjalan menuju
kajian Islamiyah dengan tanpa gundah. Berbagai stratifikasi-pun berkenan hadir
menghadiri ritual ke-Islaman yang cukup meriah. Mulai dari petani, pedagang,
guru, dan lain-lain menyempatkan waktu dalam ritual. Ritual mauludan
mengingatkan terhadap ulang tahun Nabi Muhammad saw tokoh yang paling
berpengaruh di Dunia, yang hadir di dunia pada hari senin, 12 rabi’ul awal 57
sebelum hijrah, atau bertepatan dengan tahun gajah.

Dalam mengawali ritual ini, acara
ditandai dengan munculnya gema sholawat dari beberapa kelompok sebagai acara muqoddimah. Berbagai macam
tembang sholawat dinyanyikan dengan apik dari masing-masing kelompok
seakan-akan menjadi menu pembuka yang
menyegarkan dan menghangatkan para audiens yang menyelimuti acara ini.
Keberadaan seni bersholawat yang mambooming membuat para masyarakat sudah terbiasa dengan suasana
keakraban dari gemaan ini.


Bukan sekedar acara ecek-ecek yang cuma menghadirkan ritual Islam
didalamNya. Kehadiran para tamu undangan
yang menjadi tokoh dalam masyarakat menunjukkan kualitas yang cukup berkelas.
Salah satu tamu undangan yang paling utama dalam ritual ini ialah salah seorang Dosen IAIN Tulungagung Dr. Teguh M.Ag sang pembicara (Mutakallim).
Keberadaan beliau menggugah para masyarakat yang berkenan hadir dengan sangat
spektakuler. Dosen Filsafat Islam ini menggugah hati dan fikiran masyarakat
dengan mengungkapkan berbagai kajian theologi dan diintegrasikan dengan
Rasionalitas dan Realistisitas dengan sangat mumpuni. Pengalaman dan pengajaran
selama bertahun-tahun sudah menjadi
makanan keseharian beliau.Keberadaanya ditengah masyarakat seakan menggugah dan
memotivasi masyarakat lebih berfikir secara cerdas dalam melakukan ‘amaliyah
dan dzikriyah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar