Senin, 19 Januari 2015

Awiando opinion
[Dokumen Negara Sangat Rahasia]

Abstract
DILARANG...!!!
Mengcopy, menggandakan ataupun mengunduh tanpa seizin mertua mu..
Karena walau bagaimanapun Seberapa pengalaman-nya hidupmu, lebih berpengalaman mertuamu..
AWIANDO MUCHAMAD
[Membuka Mata, Menatap Cakrawala]

 

Memperingati Acara Rutinan Istighosah Dan Maulid Nabi Saw

K
amis, 8 januari 2015 para masyarakat berbondong-bondong hadir dalam sebuah ritual Islami di PonPes Manba’ul Ulum. Hati masyarakat bergerak berjalan menuju kajian Islamiyah dengan tanpa gundah. Berbagai stratifikasi-pun berkenan hadir menghadiri ritual ke-Islaman yang cukup meriah. Mulai dari petani, pedagang, guru, dan lain-lain menyempatkan waktu dalam ritual. Ritual mauludan mengingatkan terhadap ulang tahun Nabi Muhammad saw tokoh yang paling berpengaruh di Dunia, yang hadir di dunia pada hari senin, 12 rabi’ul awal 57 sebelum hijrah, atau bertepatan dengan tahun gajah.

Dalam mengawali ritual  ini, acara ditandai dengan munculnya gema sholawat dari beberapa kelompok  sebagai acara muqoddimah. Berbagai macam tembang sholawat dinyanyikan dengan apik dari masing-masing kelompok seakan-akan  menjadi menu pembuka yang menyegarkan dan menghangatkan para audiens yang menyelimuti acara ini. Keberadaan seni bersholawat yang mambooming membuat  para masyarakat sudah terbiasa dengan suasana keakraban dari gemaan ini.








Bukan sekedar acara ecek-ecek yang cuma menghadirkan ritual Islam didalamNya. Kehadiran  para tamu undangan yang menjadi tokoh dalam masyarakat menunjukkan kualitas yang cukup berkelas. Salah satu tamu undangan yang paling utama dalam ritual ini ialah  salah seorang Dosen IAIN Tulungagung  Dr. Teguh M.Ag sang pembicara (Mutakallim). Keberadaan beliau menggugah para masyarakat yang berkenan hadir dengan sangat spektakuler. Dosen Filsafat Islam ini menggugah hati dan fikiran masyarakat dengan mengungkapkan berbagai kajian theologi dan diintegrasikan dengan Rasionalitas dan Realistisitas dengan sangat mumpuni. Pengalaman dan pengajaran selama bertahun-tahun sudah  menjadi makanan keseharian beliau.Keberadaanya ditengah masyarakat seakan menggugah dan memotivasi masyarakat lebih berfikir secara cerdas dalam melakukan ‘amaliyah dan dzikriyah.