TULISANKADER
Ini adalah blog biasa milik seorang anak yang berkeadaan miskin ilmu, pengalaman, perhatian, dan harta. namun tak pernah melunturkan diri untuk terus bermimpi dan berimajinasi.
Senin, 20 Maret 2017
Jumat, 10 Maret 2017
SUPERSEMAR DALAM PERCATURAN POLITIK
Siapa yang
mengira bahwa sekitar 51 tahun yang lalu telah terjadi sejarah menarik. Tepat pada
tanggal 11 Maret 1966 Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Suharto yang
kemudian disebut sebagai Supersemar. Supersemar banyak yang menyisakan misteri
yang hingga sekarang masih belum terungkap kebenaranya. Mereka, para pelaku
sejarah menceritakan menceritakan asal-usul surat perintah dengan versi
masing-masing. Tentu saja dengan ditunggangi kepentingan masing-masing pula. Berbagai
improvisasi terdengar bising semua itu dipicu oleh Raibnya naskah asli
supersemar sebagai dokumen sejarah yang sangat penting dalam negeri ini.
Kendati
masih menjadi tanda Tanya besar, sulit dipungkiri supersemar merupakan legitimasi
paling awal pada pemerintah orde baru yang kemudian berkuasa selama 32 tahun. Dengan
memanfaatkan supersemar sebagai titik tolak strategi oportunistik jendral Suharto
yang pada akhirnya BungKarno berhasil dilucutinya.
Dalam buku
biografi Suharto yang berjudul “Tindakan Saya” ia hanya menuliskan
perintah dikeluarkan saat Negara keadaan gawat, dimana integritas presiden, ABRI,
dan rakyat sedang berada dalam bahaya sedangkan keamanan, ketertiban, dan
pemerintahan berada dalam keadaan berantakan. Namun tatkala dipersoalkan apakah
surat perintah itu semata-mata sebagai instruksi presiden atau suatu pemindahan
eksekutif secara terbatas? Ketidak mampuan Suharto menjelaskan masalah ini
makin membuat bertanya-tanya. Disisi lain bukan tidak mungkin Suharto mencoba
menutupi kejadian yang sebenarnya dengan retorikanya.
Permainan
Catur Suharto
Penggulingan
kekuasaan Sukarno berjalan secara pelan-pelan dengan rentang waktu 2 tahun. Diantara
tahun 1965-1967 Suharto mendapatkan kemenangan kecil dengan memainkan pion dan
perwira yang kemudian pada akhirnya berhasil men-skak-mat Sukarno.
Selain skak-mat
terhadap Bung Karno, strategi skak-mat juga diterapkan Suharto kepada para
tokoh pembangkang diantaranya para aktivis mahasiswa dan pers pembela demokrasi
dengan mengurungnya dalam jeruji besi karena berbeda pendapat dengan pemerintah
ORDE BARU.
Babak demi
babak pertandingan catur Suharto melawan BungKarno berhasil dimenangkan Suharto
dengan strategi militernya. Para jendral AD dibunuh serentak tanggal 1 Oktober,
dalam waktu yang sama juga Menpangad Jend A. Yani gugur dan ditunjukilah
Suharto sebagai pemimpin AD dan tanpa alasan yang jelas Pranoto Reksosamudro
tidak diijinkan Suharto untuk memenuhi panggilan Presiden BungKarno di Bogor
dan kemudian Pranoto Reksosamudro diamankan dan dihilangkan dari pentas politik.
Suharto-pun terus mendapatkan kenaikan jabatan demi jabatan.
Provokasi
dan Terror PKI yang merajalela kala itu, menjadikan keresahan Rakyat dan
kemudian Suharto memanfaatkan sebagai ala untuk menekan Presiden Sukarno. Dengan
Supersemar Suharto melakukan aksi yang populer dimata rakyat yakni pembubaran
PKI, dan dimanfaatkan untuk pembantaian yang sangat bertentangan dengan HAM.
Setelah
munculnya supersemar pijakan untuk membubarkan PKI, terciumlah kecurigaan Sukarno
terhadap Suharto sebab telah melenceng
dari perintah supersemar. Namun, sudah terlambat Supersemar dianggap sebagai pengalihan
kepala eksekutif pemerintah mandataris yang berkuasa mengangkat menteri-menteri
sehingga pada tanggal 16 maret BungKarno mengklarifikasinya. Dua hari setelah
itu BungKarno dikejutkan dengan manuver Suharto dengan menangkap menteri pro
Pemerintahan BungKarno sehingga pada
Juni MPRS bersidang kemudian mencabut gelar Presiden seumur hidup bagi
Sukarno. Kejadian ini terus dimanfaatkan Sukarno untuk membentuk kabinet dan
membersihkan sisa orang-orang Bung Karno.
Kecurigaan BungKarno
akhirnya diumumkan pada tanggal 12 Januari 1967, BungKarno menyampaikan secara
tertulis pelengkap Nawaksara, dan memberikan kode bahwa peristiwa G-30S/PKI
disebabkan oleh keblingernya pimpinan PKI, liciknya Nekolim, dan kenyataan
adanya orang-orang aneh. Dan sampai pada tanggal 7 Maret MPRS bersidang dan
memutuskan mencabut mandat dari Presiden Sukarno dan mengalihkanya kepada
Suharto, dengan demikian Suharto berhasil menjadi Pejabat Presiden.
Kejanggalan
Kejanggalan-kejanggalan
dibalik peristiwa supersemar sangat banyak. Diantaranya adalah naskah Asli
Supersemar. Naskah yang sangat penting untuk menguak sejarah itu hilang dan
muncul dalam beberapa versi yang berbeda. Tidak mungkin selembar naskah yang
diberikan kemudian muncul beberapa lembar dengan isi dan redaksi yang berbeda
pula.
Kejanggalan terjadi
saat penumpasan Jenderal-Jenderal AD oleh PKI. Tentu saja Suharto menjadi salah
satu orang yang paling berbahaya bagi PKI namun justru Penumpasan bahkan
ancaman PKI terhadap Suharto tidak pernah terjadi.
Perintah
BungKarno kepada Suharto untuk pembubaran PKI dibarengi dengan pembantaian yang
bertentangan dengan HAM. Namun, beberapa aktivis mahasiswa dan pers kontra
terhadap Suharto turut dikurung dan tidak sedikit nyawa juga dibantai.
Keberadaan Pranoto
Reksosamudro dilarang oleh Suharto menghadap Presiden Sukarno untuk menerima
jabatan Care Taker Kepemimpinan AD juga terdapat kejanggalan. Setelah pelarangan
terhadap Pranoto, ia sebagai salah satu pesaing Suharto sebagai Menpangad tiba-tiba
hilang dari pentas politik. Selain itu keberadaan A.H. Nasution sebagai
kandidat pengganti Bung Karno hanya diangkat menjadi Ketua MPRS.
Pada tanggal
1 Oktober 1965 dini hari saat terjadi penculikan dan pembunuhan para jenderal
AD serta gugurnya A. Yani masih terjadi tanda Tanya besar dimana posisi politik
Suharto ketika G-30S/PKI.
Senin, 27 Februari 2017
TAK BERHENTI MENGETUK PINTU
Semakin terang cahaya lampu, membutuhkan energi yang semakin tinggi
pula. Mungkin itu mewakili tokoh pejuang tangguh, Harland Sanders. Di usia yang
tak lagi muda setelah pensiun Kolonel Harland Sanders, pria 65 tahun ini mempunyai
sedikit barang berharga diantaranya, sebuah Caddie roadster tua, cek pension
bulanan sebesar $105, dan selembar resep ayam.
Menyadari diusianya tidak akan bisa hidup dengan
mengandalkan uang pensiunnya, dia mencari keuntungannya dengan membawa resep
ayamnya berkeliling ke para pemilik restoran berharap mendapatkan uang meski
hanya 5 sen per ayam yang terjual. Pemilik restoran yang pertama didatangi
langsung menolaknya. Dilanjut lagi dengan berkeliling menggunakan van-nya,
kedua kalinya ditolak juga. Begitupun ketiga, berlanjut terus menerus mengetuk
pintu restoran,
Kenyataanya, 1008 restoran yang ditawarkan oleh Sanders
berakhir dengan penolakan. Meskipun demikian dia dengan gigihnya terus berusaha
sambil berkeliling Amerika Serikat dan tidur di mobil untuk menghemat uang.
Hasilnya, prospek yang ke 1009 adalah yang pertama memberikan jawaban “Ya”.
Setelah dua tahun menawarkan, dia hanya bisa mendapatkan
5 restoran saja. Meskipun demikian, dia sangat YAKIN bahwa resep ayamnya
sangat luar biasa yang suatu hari idenya akan digemari dan terus berUSAHA
sekuat tenaga.
Tentunya Anda tahu bagaimana ending dari ceritanya. Resep
ayamnya benar-benar diminati banyak orang. SAMPAI tahun 1963 Harland
Sanders berhasil mendapatkan 600 restoran di seluruh penjuru negeri yang
menjual resep rahasia Kentucky Fried Chicken.
Pada 1964. Resepnya di takeover oleh John Brown,
yang kemudian menjadi Gubernur Kentucky. Walaupun transaksi ini menjadikanya
multi-milyuner Sanders tetap mempromosikan KFC sampai dia meninggal pada 1990.
Cerita tersebut mengajarkan pelajaran penting untuk tidak
menyerah. Pada masa mudanya Kolonel Sanders terlibat beberapa usaha lain tetapi
tak satupun yang berhasil. Dia pernah mengelola sebuah pom bensin ketika
berusia 30 tahun. Dia juga pernah membuka restoran ketika berumur 40 tahun, dan
terus mengalami kegagalan di kedua usaha ini. Pada usia yang ke-65, Harland
Sanders berkeyakinan bahwa ide ayamnya adalah ide yang benar. Dia tidak mau
menyerah untuk ini, walaupun harus mengalami banyak penolakan.
Dia tahu jika tetap mengetuk pintu, pada akhirnya aka
nada seorang yang mempersilahkan masuk.Maka terus dan terus mengetuk pintu
hingga ada yang membukakan.
Minggu, 24 April 2016
Lestarikan Delman, Transportasi Langka di Tulungagung
Lestarikan
Delman, Transportasi Langka di Tulungagung
Tulungagung News - Minggu (24/4), delman menjadi pilihan transportasi hiburan di alun-alun
Tulungagung pada hari libur. Keberadaanya yang langka menjadikan para
pengunjung cukup antusias untuk berfoto-foto dan berkeliling mengitari taman
alun-alun Tulungagung.
Kendaraan tradisional tersebut tak disangka masih mampu bertahan
di tengah ramainya ragam kendaraan modern semacam moto sport, mobil listrik,
pesawat udara, dan sebagainya.
Meskipun delman kini berubah fungsi dari alat transportasi utama menjadi transportasi hiburan,
namun keberadaanya patut untuk dilestarikan, sebab terdapat hal menarik dari
delman dibanding dengan alat transportasi lain.
Yakni, transportasi tradisional tersebut bebas polusi
udara. Ungkap Joni, salah seorang kusir.“Keberadaan delman yang ramah
lingkungan bebas dari polusi perlu untuk dilestarikan,” katanya.
Selain itu, delman juga berpotensi untuk meningkatkan
ekonomi keluarga. Joni mengakui hal tersebut, dia mengatakan,
“Delman ini bisa untuk menyekolahkan kedua anak puteri saya yang masih SD,”
ungkapnya. Tentu hal ini membuktikan delman bisa menambah masukan bagi pribadi
maupun keluarga kusir.
Delman
juga bisa digunakan sebagai bentuk pelestarian
budaya. Dikutip dari Sumarno selaku penumpang delman mengatakan bahwa
seharusnya Tulungagung ada transportasi seperti ini untuk melestarikannya supaya
anak cucu kita tidak hanya tahu lagu pak delman tetapi juga tahu bentuk dan
cara mengendalikan delman.
Namun Suparno salah seorang pengunjung alun-alun
Tulungagung mengungkapkan bahwa, keberadaan delman sebenarnya cukup baik tapi
saat ini transportasi dituntut mobilitas yang lebih cepat. Itulah tuntutan yang
dihadapi masyarakat dalam menyesuaikan terhadap pekerjaan dan tuntutan sosial.
(Nawawi)
Selasa, 19 April 2016
REKLAMASI UNTUK SIAPA
REKLAMASI UNTUK SIAPA?
MUCHAMAD NAWAWI KETUA BIDANG PPPA HMI KOMISARIAT INSAN CITA TULUNGAGUNG
“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang
berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang
yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.” Pramodya Ananta Toer, Bumi Manusia
Pertengahan April, Indonesia digemparkan dengan kebijakan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mereklamasi teluk pantai di
Jakarta. Reklamasi adalah usaha memperluas lahan yang tidak aktif menjadi suatu
lahan yang yang bisa dimanfaatkan secara aktif.
Kebijakan tersebut sempat menjadi kegaduhan publik..
Pasalnya pengadaan Reklamasi dinilai hanya menguntungkan sebelah pihak serta
merugikan rakyat kecil dan lingkungan sekitar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [Bappeda]
Provinsi DKI Jakarta, Tuty Kusumawati telah diusut mendapatkan kontribusi 15
persen dari nilai jual obyek pajak [NJOP], 15 persen tersebut masih bisa dikali
luas lahan untuk dijual. Selain itu ada pula 5 persen konversi lahan yang
diberikan sebagai laba kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta. Hal itu juga
sudah dikonfirmasi oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Djahaya Purnama.
Sejauh ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka
dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil [RWZP3K] Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata
Ruang [RTR] Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad
Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT
APL AriesmanWidjaja. Sanusi diduga telah menerima suap sebesar Rp 2 Miliar dari
Ariesman Widjaja melalui Trinanda.
Dampak reklamasipun sudah mulai dirasakan, mulai
berkurangnya hasil tangkapan para nelayan sebaganyak 30 persen, semakin
tenggelamnya pulau di daerah sekitar, dan berkurangnya ekosistem bawah laut
yang berguna untuk meminimalisir tsunami. Tidak heran para nelayan dan
masyarakat ikut menolak dan menghentikan reklamasi merugikan rakyat kecil tersebut.
Sungguh ironis, ditengah berhimpit-himpitnya kehidupan
rakyat kecil di Jakarta, kini hasil reklamasi teluk pantai pun siap dimangsa
perusahaan-perusahaan kaya bahkan telah diggadang-gadang hak kepemilikan-nya.
Anehnya, meski diketahui adanya kasus-kasus yang melatar
belakangi reklamasi. Aktifitas-aktifitasnya pun tidak bisa dihentikan,
masyarakat dan beberapa menteri hanya menghasilkan pemberhentian secara
sementara.
Dari masalah-masalah tersebut, muncul beberapa pertanyaan
penting, reklamasi teluk pantai sebenarnya untuk siapa? untuk penambahan
masukan penghasilan Negara? untuk pemerintah DKI Jakarta? untuk orang kaya yang
mampu membeli-nya? atau untuk rakyat jelata?
Senin, 11 April 2016
LAPAS TEMPAT BINAAN, BUKAN KONTRAKAN GRATIS
LAPAS TEMPAT BINAAN, BUKAN KONTRAKAN GRATIS
[Sebuah Tuntutan Untuk Meningkatkan Keamanan Lapas Tulungagung]
[Sebuah Tuntutan Untuk Meningkatkan Keamanan Lapas Tulungagung]
Oleh : Muchamad Nawawi [Ketua Bidang PPPA
Komisariat Insan Cita, HMI Tulungagung]
“Kita Semua Harus menerima kenyataan, Tapi
menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi
berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau
tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru maka ‘kemajuan’ sebagai
kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.” Pramoedya
Ananta Toer.
Senin, [4/11]. Kekecewaan masyarakat
Tulungagung kembali menguap. Lagi-lagi persoalan kejadian di Lapas Tulungagung.
Sejumlah barang terlarang ditemukan dalam ruang tahanan Lapas Tulungagung. Lapas
yang notabene sudah dijaga kini kembali kebobolan dengan masuknya obat-obatan
terlarang. Kejadian yang sering terulang tersebut menjadikan kejanggalan yang
amat serius dan perlu untuk ditindak lanjuti.
Ruang yang digunakan tempat binaan kini dirubah
jadi rumah kontrakan, itulah kehebatan narapidana Lapas Tulungagung. Bagaimana
tidak, beberapa kejanggalan dengan ditemukannya sejumlah barang terlarang
ditempat Lapas turut menjadikan surga bagi narapidana. Tak tanggung-tanggung
barang seperti Narkotika, alat kontrasepsi, korek api, cemeti, paku, alat
cukur, palu, obeng, kabel, handhone, dan bahkan wifi pun ada dalam ruang
tahanan.
Pengakuan dari beberapa mantan penghuni Lapas
Tulungagung mengungkapkan bahwa, lemahnya pengamanan membuat siapapun bisa masuk
menemui narapidana dalam Lapas tanpa ada kesulitan yang berarti.
Kejadian-kejadian serupa yang kerap terjadi
membuat curiga dari masyarakat, hal yang seharusnya menjadi sebuah PR justru
menjadi tradisi yang terus berlanjut. Keberadaan para petugas Lapas yang selalu
kecolongan dipertanyakan profesionalitasnya. Apakah petugas turut mengamankan
atau bahkan menjadi kawan para narapidana.
Sekretaris Jenderal Forum Pemerhati Pemasyarakatan,
Dindin Sudirman pernah mengatakan, Setidaknya ada beberapa syarat mutlak untuk
menjadi seorang pegawai Lembaga Pemasyarakatan [Lapas]. Kata Dindin, “Seorang
petugas Lapas harus mempunyai jiwa professional.”
Untuk mewujudkan tujuan, fungsi, & sasaran
pemasyarakatan setidaknya harus lebih meningkatkan profesionalitas terutama
dalam hal keamanan dan pengamanan. Sekali
lagi, Profesional adalah tuntutan diri, bukan menuntut atau menyalahkan orang
lain. Lapas adalah tempat pembinaan narapidana agar mengakui
kesalahan yang dilakukan bukan sebagai tempat keberlangsungan kesalahan. Meskipun
Indonesia adalah tanah surga namun jangan sampai Lapas dijadikan surga dunia bagi para narapidana.
Sabtu, 09 April 2016
HMI Toeloengagoeng Sinau
HMI TOELOENGAGOENG SINAU
Oleh: Muchamad Nawawi
Sabtu [9/4], Himpunan Mahasiswa Islam [HMI] Komisariat
Insan Cita Tulungagung mengadakan kunjungan di markas Radio Perkasa fm Radio
Juara Nasional.
Ketua Bidang
PPPA HMI Komisariat Insan Cita [Awiando] menjelaskan bahwa, kunjungan ke Markas
Radio fm ini sangat penting untuk memetik pelajaran bagaimana kinerja, Ilmu,
dan Trik dalam membangun Profesionalitas radio dari kota kecil menuju tingkat Nasional.
Ketika
berkunjung ke markas Radio Perkasa fm kader HMI Komisariat Insan Cita
didampingi oleh HMI Cabang Tulungagung, HMI Komisariat Jendral Soedirman,
Formasta, serta beberapa Mahasiswa dari IAIN Tulungagung, STKIP Tulungagung,
dan ITS Surabaya yang dipimpin langsung oleh Domisioner Ketua Bidang KPP
Komisariat Insan Cita, Anisatul Khusna.
Sambutan
Hangat dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum Cabang Kohati Tulungagung, dan Staff
dari pihak Radio ikut meramaikan acara pada pagi ini. Akibatnya para audiens
pun dibawa larut oleh suasana.
Kunjungan
spesial tersebut cukup menarik perhatian, selain penasaran dengan kinerja, para
Staff, dan fasilitas Radio Tingkat Nasional ini, para pengunjung juga dihibur
oleh penampilan-penampilan yahud dari para pemateri sehingga suasana menjadi menyenangkan
nan gembira.
Langganan:
Komentar (Atom)






