A. Latar Belakang
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia dalam bukunya Man the Unknown, Dr. A. Carrel menjelaskan tentang
kesukaran yang dihadapi untuk mengetahui hakikat manusla. Dia mengatakan babwa
pengetahuan tentang makhluk-makhluk hidup secara umum dan manusia khususnya
belum lagi mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai dalam bidang Ilmu
pengetahuan Iainnya. Selanjutnya la menulis:
Sebenarnya manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk
mengetahui dirinya, kendatipun kita memiliki perbendaharaan yang cukup banyak dan
hasil peneiltian para ilmuwan, filosof, sastrawan, dan para ahli di bidang keruhanian
sepanjang masa ini. Tapi kita
1. Pembahasan tentang masalah manusla terlambat
karena pada mulanya perhatian manusia
penyelidikan tentang alam materi. Pada zaman primitif, nenek moyang kita disibukkan
untuk menundukkan atau menjinakkan alam sekitarnya, seperti upaya membuat senjatasenjata
melawan binatang-binatang buas, penemuan api, pertanian, peternakan, dan
sebagainya. Sehingga mereka tidak mempunyai waktu luang untuk memikirkan diri
mereka sebagai manusia. Demikian pula halnya pada zaman kebangkitan
1
2. Ciri khas akal manusia yang lebih cenderung memikirkan hal-hal yang tidak
kompleks. Ini disebabkan oleh sifat akal kita seperti yang dinyatakan oleh
Bergson tidak mampu mengetahui hakikat hidup.
3. Multikompleksnya masalah manusia.
Dari penjelasan diatas, agamawan dapat berkomentar bahwa pengetahuan tentang
manusia demikian itu disebabkan karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang
dalam unsur penciptaanya diberi pengetahuan tentang ruh, kecuali sedikit
1
Untuk maksud tersebut tentu tidak cukup dengan hanya merujuk kepada satu dua
ayat, tetapi seharusnya merujuk kepada semua ayat Al-Quran
1
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Kandungan Al-Baqarah Ayat 286 ?
2. Bagaimana Kandungan Ali imran Ayat 14 ?
3. Bagaimana Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 20 ?
4. Bagaimana Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 30 ?
C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui Kandungan Al-Baqarah Ayat 286.
2. Mengetahui Kandungan Ali imran Ayat 14.
3. Mengetahui Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 20.
4. Mengetahui Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 30.
Muhammad Qurais Shihab, Wawasan Al-Quran; Tafsir Maudhu’i atas pelbagai persoalan umat,
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kandungan Surat Al-Baqarah Ayat 286
3
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia
mendapat pahala
: merupakan fiil mudhori mabni fail dari fiil madhi ﻒﻠﻛ yang bermakna
membebani (
2
2
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwwir,
: merupakan fiil madhi mabni fail muttasil bidhomir rofa’ ta’ muannatsah
ghoibah asluhu ﺐﺴﻛ bidhommiri huwa muqoddar yang bermakna memperoleh,
: merupakan ism mashdar dari fiil madhi قﺎط. Sedangkan maknanya
adalah mampu, kuat, kuasa.
4
Para Mufasirin sepakat bahwa lafadz dalam surat Al-Baqarah ini bermakna
seperti halnya lafadz
5
ﺎﮭﺘﻗﺎط sehingga kata tersebut dimaknai dengan mampu, kuat, kuasa.
Dalam tatanan kehidupan pasti terdapat suatu perkara yang tidak bisa dipisahkan
dengan manusia. Perkara tersebut yang biasa disebut dengan masalah
4
6
Hal ini senada dengan
penjelasan dari Ibnu ‘Abbas:
3080ﺻ ﻮﺑأ ﺎﻨﺛ ، ﻰﺑأ ﺎﻨﺛﺪﺣ سﺎﺒﻋ ﻦﺑا ﻦﻋ ، ﺔﺤﻠط ﻲﺑأ ﻦﺑ ﻲﻠﻋ ﻦﻋ ، ﺢﻟﺎﺻ ﻦﺑ ﮫﯾوﺎﻌﻣ ﺎﻨﺛﺪﺣ ، ﺢﻟﺎ
ﺎﻣ ﷲ لﺎﻘﻓ ﻢﮭﻨﯾد ﺮﻣا ﻢﮭﯿﻠﻋ ﷲ ﻊﺳو ، نﻮﻨﻣﺆﻤﻟا ﻢھ : لﺎﻗ ﺎﮭﻌﺳو ﻻا ﺎﺴﻔﻧ ﷲ ﻒﻠﻜﯾ ﻻ ، ﮫﻟﻮﻗ ﻲﻓ ،
ﺎﻣ ﷲ اﻮﻘﺗﺎﻓ : لﺎﻗ و ﺮﺴﻌﻟا ﻢﻜﺑ ﺪﯾﺮﯾ ﻻ و ﺮﺴﯿﻟا ﻢﻜﺑ ﷲ ﺪﯾﺮﯾ : لﺎﻗ و جﺮﺣ ﻦﻣ ﻦﯾﺪﻟا ﻲﻓ ﻢﻜﯿﻠﻋ ﻞﻌﺟ
ﻢﺘﻌﻄﺘﺳا
3
4
5
6
7
Ibid., h. 1206
Ibid., h. 872
Maktabah Syamilah, Tafsir Sam’ani Juz 1, h.288 . ﺎﮭﺘﻗﺎط : يأ
Tafsir Sulaiman Bin Makotil, Tafsir Makotil juz 1
Ibnu Abi Hatim Arrazi, tafsir ibn abi hatim juz 2,
3
7
Ibnu Abbas meriwayatkan khabar firman Allah, Allah tidak membebani seseorang
melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Beliau berpendapat, yang dimaksud
seseorang diatas adalah orang-orang mu’minin, Allah meluaskan bagi orang mu’min
perkara agama mereka, Allah berfirman Allah tidak menjadikan bagi kamu semua
kesempitan dalam urusan agama, Allah berfirman: Allah menginginkan kemudahan
bagimu dan tidak menginginkan kesulitan bagimu, dan Allah berfirman: bertaqwalah
kamu kepada Allah sesuai kemampuanmu.
Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang telah diturunkan kepadanya dari
Tuhanya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah,
Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Dan Rasul-Rasul-Nya.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala dan
8
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Jabir, dia berkata
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 1, terj, Syihabuddin,
8
5
meminta, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupanya...” hingga akhir ayat ini.
Firman Allah Ta’ala, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupanya.” Maksudnya, Allah tidak membebani seseorang di luar
kemampuanya. Hal ini merupakan kelembutan dan kebaikan Allah kepada hamba-Nya.
Ayat inilah yang menasakh dan menghapuskan ayat yang menimbulkan kepanikan para
sahabat, yaitu ayat, “Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada
pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkannya.”Yakni,meskipun Allah
memperhitungkan dan meminta pertanggung jawaban, namun Dia tidak akan mengazab
kecuali menurut kapasitas yang dapat diberikan oleh individu. Dan, kebencian kepada
bisikan buruk merupakan keimanan.
Firman Allah Ta’a, “Ia mendapat pahala
9
Yakni jika kami meninggalkan kewajiban atau melakukan perbuatan haram karena
lupa, Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah saw.
Bersabda
ﺎﻄﺨﻟا ﻦﻋ ، ثﻼﺛ ﻦﻋ ﻲﺘﻣﻻ زوﺎﺠﺗ ﷲ ناء ﻚﻟذ تﺮﻛﺬﻓ : ﺮﻜﺑ ﻮﺑأ لﺎﻗ : هاﺮﻜﺘﺳﻻا و نﺎﯿﺴﻨﻟا و
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ummu Darda', dari Nabi saw. Beliau bersabda
9
10
Ibid., h. 475.
Ibid., h. 476.
6
10
Firman Allah Ta’ala, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami
beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami".
Maksudnya, janganlah Engkau membebankan kepada kami amal-amal yang berat,
meskipun kami sanggup melakukannya, seperti amal yang telah Engkau syariatkan
kepada umat-umat terdahulu sebelum kami, Seperti rantai dan belennggu yang mengikat
mereka. Dan, engkau telah mengutus Nabi-Mu sebagai nabi rahmat, dengan
dibebaskannya beban berat tersebut.
Dalam Shahih Muslim ditegaskan dari Ibnu Hurairah, dari Rasulullah saw. Bahwa
belliau bersabda (
Dalam sebuah hadits yang diterima melalui berbagai jalan dari Rasulullah,
bahwasanya beliau bersabda
Firman Allah, “Engkaulah penolong kami,” Engkaulah Pelindung kami dan
Pembantu kami. Kepada Engkaulah kami bertawakal. Engkaulah tempat meminta
pertolongan dan penyerahan diri. Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan-Mu.
“Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” yang mengingkari agama-Mu,keesaan
-Mu, dan risalah Nabi-MU. Mereka malah menyembah selain- Mu. Maka tolonglah kami
11
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 1, h. 476.
7
11
untuk mengaIahkan mereka. Jadikanlah kami sebagai penghukum mereka di dunia dan
akhirat. Maka Allah mengiyakan doa itu. Bahkan dalam hadits Muslim dari lbnu Abbas,
Allah menyakan, “Aku telah melakukannya.
Ibnu jarir meriwayatkan dari Muadz bin Jabal bahwa, apabila dia selesai membaca
surat "maka tolonglah kami untuk mengalahkan kaum kafir", dia berkata "amin". Waki'
juga meriwayatkan bahwa apabila Muadz selesai membaca surat al-Baqarah, maka dia
mengatakan "amin".
12
B. Kandungan Surat Ali imran Ayat 14
8
Dijadikan indah pada
: merupakan fiil madhi mabni maf’ul yang asalnya berupa lafadz ﻦﯾز yang
bermakna menghiasi, mempercantik.
12
13
Ibid., h. 477.
13
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir,...., h. 598.
: merupakan bentuk jamak dari lafadz ﻦﺑا dari fiil madhi berupa lafadz ﻰﻨﺑ
yang bermakna Anak.
14
Allah Ta'ala memberitahukan berbagai jenis kelezatan yang dijadikan indah bagi
manusia dalam kehidupan dunia, yaitu wanita dan anak-anak. Allah memulai dengan
wanita karena ia merupakan fitnah paling berat. dalam kitab sahih ditegaskan bahwa
Rasulullah saw bersabda
9
ﻣ. ِءﺎَﺴِّ ﻨﻟا َﻦِﻣ ِلﺎ َﺟ ِّﺮﻟا ﻰَ ﻠَﻋ ﱠﺮَﺿَ أ ً ﺔَﻨْ ﺘِﻓ يِﺪْﻌَﺑ ُﺖْﻛ َﺮَ ﺗ ﺎ
“tiada aku tinggalkan fitnah, yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada
Jika keinginan terhadap wanita itu ditujukan untuk menjaga kesucian dan
memperoleh anak yang banyak, maka hal demikian bahkan diharapkan, disukai. dan
disunnahkan. Rasulullah saw. bersabda (
ﺎﮭﻨﻋ
“Dunia merupakan harta benda, dan harta benda yang paling baik adalah wanita yang
salehah. Jika dipandang, ia menyenangkannya, jika di suruh ia taat, jika ditinggal pergi
ia menjaga kehormatan dirinya dan harta suaminya" Nabi saw. bersabda (
ﺔﻣﺎﯿﻘﻟا مﻮﯾ ﻢﻣﻷا ﻢﻜﺑ ﺮﺛﺎﻜﻣ ﻲﻧﺈﻓ دﻮﻟﻮﻟا دودﻮﻟا اﻮﺟوﺰﺗ
“Kawinilah wanita yang mencintai kamu dan mampu beranak
Demikian pula dengan harta kekayaan. Kadang ia ditujukan untuk kemegahan dan
kesombongan. Hal demikian dicela. Dan kadang-kadang harta pun ditujukan untuk
diinfakkan kepada karib kerabat, sarana silaturahmi, dan untuk berbagai tujuan baik
14
Ibid., h. 113
lainnya. Harta demikian dipuji dan disanjung secara syara’. Para mufassir berikhtilaf
mengenai kadar qinthar. Namun, singkatnya qinthar berartiharta yang banyak. Ibnu Abi
Hatim meriwayatkan dari Anas dari Rasulullah saw.berkaitan dengan kata qinthar,
katanya (
Cinta kepada kuda dapat dibagi tiga. Pertama, cinta kepada kuda untuk digunakan
dalam berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berniat demikian, maka ia diberi
pahala. Kedua, kuda untuk tujuan kebanggaan dan kemegahan Bagi umat Islam. Orang
yang memilikinya berdosa, namun muslim lainya tidak. Dan ketiga, memelihara kuda
untuk tujuan pemeliharaan dan pemilikan keturunannya, dan dalam melakukannya ia
tidak melupakan hak Allah yang ada pada kuda. Kecintaan demikian dapat menutupi aib
pemiliknya.
15
Maksudnya Musawwamah ialah kuda yang yang pada dahinya atau pergelangan
kakinya ada warna putih. Dan ada pula pendapat lainnya. Imam Ahmad meriwayatkan
dari Suwaid bin Hubairah, dari Nabi saw.
10
لﺎﻣ ﺮﯿﺧاﺮﻣى
Sebaik-baik harta seseorang ialah kuda
Firman Allah "binatang ternak" seperti unta, sapi, dan kambing. "Dan sawah
ladang" yakni tanah yang digunakan untuk bercocok tanam. Kemudian Allah Ta'ala
berfirman, "Itulah kesenangan kehidupan dunia," yakni sesungguhnya ini merupakan
kembang kehidupan dunia dan keindahannya yang fana dan cepat sirna. "Dan pada sisi
Allahlah tempat kembali yang baik," yakni tempat kembali dan pahala yang baik.
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Umar bin Khaththab demikian: Setelah ayat "dijadikan
indah bagi manusia kecintaan kepada yang diinginkan " ini turun Umar berkata, "Ya
Tuhanku, tanggguhkan keindahannya bagi kami." maka diturunkan ayat, "Katakanlah,
Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?"
Katakanlah, hai Muhammad, kepada manusia, "Aku akan memberitahukan kepadamu
perkara yang lebih baik darpadai yang dijadikan indah bagi manusia dalam kehidupan
15
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 1, ...,h. 491-492.
dunia ini berupa kenikmatan yang pasti cepat sirna." Kemudian Allah memberitahukan,
bagi orang-orang yanng bertakwa, pada sisi Tuhannnya ada surga yang mengalir banyak
sungai yang berisi bermmacam-macam jenis minuman, seperti madu, susu, khamar, air
segar dan sebagainnya yang belum dilihat mmata, didengar teliinga, dan belum pernah
terpikirkan keadaanya oleh seoranng manusiapun. "Sedang mereka kekal di dalamnya,"
yakni menetap di dalamnya untuk selama-lamanya.
"Dan istri-istri yang disucikan” dari kotoran, haid,dan nifas. “Dan keridhaan Allah.”
Maksudnya, keridhaan Allah menyelimuti mereka. Sesudah itu, Dia tidak akan murka
lagi kepada mereka untuk selarnanya. Hal ini seperti firman Allah, “Dan keridhaan Allah
itu lebih besar” nilainya daripada kenikmatan abadi yang diberikan kepada mereka.
Kemudian Allah berfirman, “Dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.”
Artinya, setiap individu diberi bagian yang sesuai dengan haknya masing-masing.
Ketika al-Qur’an mengakui dan menegaskan adanya kecintaan kepada syahwatsyahwat
itu, atau dengan kata lain dorongan-dorongan untuk melakukan aktivitas kerja,
maka dorongan itu harus lebih besar yakni memperoleh apa yang berada di sisi Allah.
Karena itu, ayat di atas diakhiri dengan pernyataan wallahu indahu khusnul ma’ab
Sekali lagi, kalau syahwat di atas digunakan sebagaiman digariskan oleh Allah swt
serta sesuai tujuan Nya memperindah, maka semuanya disebut di atas adalah baik. Yang
mencintai lawan seksnya, bahkan melakukan hubungan seks demi memelihara diri dan
memperoleh keturunan, bukan saja tidak berdosa tapi malah mendapat pahala.
Kalau yang memeperindahnya adalah setan, maka syahwat-syahwat tersebut menjadi
tujuan. Ia diupayakan dan dimanfaatkan untuk tujuan di sini dan sekarang, di dunia ini,
bukan di akhirat kelak. Misalnya jika setan memperindah kecintaan pada seks, maka
sudah tidak memandang lagi sebagai tujuan, yang penting melampiaskan walaupun
dengan cara kotor. Hal inilah yang tidak dikendaki oleh Allah dan bukan itu tujuan Allah
memperindah syahwat untuk manusia.
16
17
17
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 1, h. 492-493.
http://buntexz.blogspot.com diakses tanggal 12 maret 2014, pukul 07.27
11
16
C. Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 20
20. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah,
kemudian tiba-tiba kamu (
: merupakan ism mashdar yang diambil dari fiil madhi berupa lafadz ﺮﺸﺑ
yang bermakna menngupas, memerhatikan, merasa senang.
12
18
Namun yang sesuai dengan
konteks ini yaitu bermakna manusia.
19
Allah ta’ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya” yang
menunjukkan kepada kebesaran dan kesempurnaan kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan bapak kamu Adam dari tanah,”kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia
yang berkembang biak.” Jadi asal-muasalmu dari tanah, kemudian dari air yang hina
18
19
20
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwwir,...., h. 85
Ibid., h. 86.
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 3, terj, Syihabbudin,
20
12. dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati
13. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani
14. kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami
jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu
tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk
yang
Di dalam ayat-ayat itu jelas terlihat bahwa Tuhan menciptakan manusia tidak
sekaligus, melainkan secara berevolusi mulai dari saripati tanah, terus nutfah, darah,
daging, akhirnya menjadi manusia yang utuh setelah itu baru ditiupkan ruh. Kesimpulan
ini di dukung oleh firman Allah di dalam surat Nuh ayat 14:
sesungguhnya Dia
13
21
Firman Allah Ta’ala, “kemudian tiba-tiba kamu
21
22
22
Nashruddin Baidan, Tafsir Maudhu’i,
http://buntexz.blogspot.com diakses tanggal 12 maret 2014, pukul 07.27.
D. Kandungan Surat Ar-Rum Ayat 30
30. Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah;
: merupakan ism fail dari fiil madhi ﻒﻨﺣ yang bermakna yang lurus.
Allah Ta'ala berfirman, luruskanlah wajahmu dan senantiasa tetaplah di dalam
agamamu, yaitu agama Ibrahim yang hanif, agama yang ditunjukkan Allah kepadamu,
serta disempurnakannya bagimu dengan sesempurna mungkin. Di sampiing itu, tetap
teguhlah kamu di dalam fitrahmu yang baik. Allah telah menciptakan makhluk di atas
fitrah itu. Karena sesungguhnya Allah ta'ala telah menciptakan manusia dalam keadaan
memiliki potensi untuk mengetahui Nya, mengesakan Nya, dan mengakui bahwa tidak
ada tuhan melainkan Dia. Hal ini telah dikemukakan tatkala menafsirkan ayat "Dan Allah
mengambil kesaksian mereka atas diri mereka sendiri, 'bukankah aku Tuhanmu? Mereka
menjawab, Benar.' "
23
ْﻢ ِﮭِﻨﯾ ِد ْﻦَﻋ ُﻦﯿ ِطﺎَﯿ ﱠﺸﻟا ْﻢُﮭْ ﺘَﻟﺎَ ﺘ ْﺟﺎَﻓ ، ْﻢُﮭﱠ ﻠُﻛ َءﺎَﻔَﻨ ُﺣ َي ِدﺎَﺒ ِﻋ ُﺖْﻘَﻠ َﺧ ﻲِّ ﻧِإ
Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwwir,...., h. 303
14
23
"Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif
15
24
Secara umum kata fitrah digunakan untuk penciptaan awal. Firah manusia adalah
kejadianya sejak semula atau bawaan sejak lahirnya. Adapun fitrah dalam pengertian
khusus menurut agama
Firman Allah Ta'ala, "Tidak ada perubahan pada fitrah Allah." tidak ada
perubahan atas Dinul islam yang menjadi landasan penciptaan manusia.
Imam Ahmad meriwayatkan bahwa al-Aswad bin Sai'at Taimi berkata,
ﷲ لﻮﺳر ﻚﻟذ ﻎﻠﺒﻓ ﺔﯾرﺬﻟا
ﻻ ﻻأ لﺎﻗ ﻢﺛ ﻦﯿﻛﺮﺸﻤﻟا ءﺎﻨﺑأ ﻢﻛرﺎﯿﺧ نأ ﻻأ لﺎﻘﻓ ﻦﯿﻛﺮﺸﻤﻟا دﻻوأ ﻢھ ﺎﻤﻧإ ﺔﯾرذ اﻮﻠﺘﻘﺗ ﻻ ﻻأ ﺔﯾرذ اﻮﻠﺘﻘﺗ
ﺎﮭﻧاﺮﺼﻨﯾو ﺎﮭﻧادﻮﮭﯾ ﺎھاﻮﺑﺄﻓ ﺎﮭﻧﺎﺴﻟ ﺎﮭﻨﻋ
"Aku menjumpai Rasulullah saw., lalu aku berpegang bersama beliau. Akupun
mendapat kemenangan. Pada saat itu orang orang pergi berperang lalu mereka
membunuh anak-anak. Kejadian ini sampai kepada Rasulullah saw., maka beliau
bersabda, 'mengapa orang-orang itu melamapaui batas hingga membunuh anak-anak?'
seseorang berkata, wahai Rasulullah,bukanah anak-anak itu adalah kaum musyrik?
Beliau bersabda, Bukan egitu. Orang-orang yang baik di antara kamu pun semula
merupakan anak kaum musyrik. Kemudian beliau memerintahkan, 'jangan membunuh
anak-anak! Jangan membunuh anak-anak! Setiap diri dilahirkan dalam keadaan fitrah,
24
25
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 3,..., h. 765.
http://buntexz.blogspot.com diakses tanggal 12 maret 2014, pukul 07.27
25
sehinngga lisannya menyimpang dari fitrah itu maka kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya yahudi dan nasrani" (
Firman Allah ta'ala, "Itulah agama yang lurus" Berpegang teguh kepada syariat
dan fitrah yang selamat merupakan agama yang teguh dan lurus "Namun kebanyakan
manusia tidak mengetahui" agama itu. Penggalan ini seperti firman Allah ta'ala, "Dan
mayoritas manusia tidaklah beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya."
26
Muhamad Nasib Ar-Rifa’i, RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 3, ..., h. 765-766.
16
26
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 286 dijelaskan bahwa Allah Zat yang Maha Luas dan Maha
Pemurah, sebagaimana Dia telah meluaskan Potensi Manusia dengan berbagai masalah
yang dihadapi manusia serta memberikan kemudahan kepada manusia atas segala
masalah yang diturunkan-Nya yakni Allah mengetahui batas kemampuan manusia secara
rinci antara satu dengan yang lainya di seluruh belahan dunia, lalu Allah menurunkan
masalah antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan takaran-takaran yang di mampui
manusia.
Dalam Surat Ali imran Ayat 14 Allah menjadikan manusia mempunyai kesenangan serta
memberitahukan tentang perkara-perkara kesenangan di Dunia, jikalau mereka
menggunakan kesenangannya sesuai dengan perintah-Nya dan menjauhi Larangan-Nya
maka dia akan mendapatkan tempat kembali yang baik (
17
digunakan untuk penciptaan awal. Fitrah manusia adalah kejadianya sejak semula atau
bawaan sejak lahirnya.
18
DAFTAR PUSTAKA
Abi Hatim Arrazi, Ibnu. tafsir ibn abi hatim juz 2,
Baidan, Nashruddin. Tafsir Maudhu’i,
http://buntexz.blogspot.com diakses tanggal 12 maret 2014, pukul 07.27.
Maktabah Syamilah, Tafsir Sam’ani Juz 1
Nasib Ar-Rifa’i, Muhamad. RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 1, terj, Syihabuddin,
Nasib Ar-Rifa’i, Muhamad. RingkasanTafsir Ibnu Katsir Jilid 3, terj, Syihabbudin,
Qurais Shihab, Muhammad. Wawasan Al-Quran; Tafsir Maudhu’i atas pelbagai
persoalan umat,
Tafsir Sulaiman Bin Makotil, Tafsir Makotil juz 1
Warson Munawwir, Ahmad. Kamus Al-Munawwwir,
19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar